Wednesday, March 14, 2018

Chapter 1 Astrophobia

Satu langkah...
Dua langkah...
Melewati langkah ketiganya, gadis itu menghela napas. Ia gugup. Sejak tadi, pikirannya terus melayang membayangkan hal mengerikan macam apa yang akan terjadi nanti. Kakinya ia hentakkan kuat-kuat untuk menghilangkan rasa gugupnya. Selang beberapa menit, ia kembali menghela napas. Kini, diseberangnya telah berdiri bangunan bercat salem yang disebut sekolah.

***

Menjadi siswa baru bukanlah hal besar. Tapi, bagi seorang Bright Starlynn, ini adalah hal yang luar biasa mengerikan. Sedikit berlebihan memang, karena jujur saja, ia belum pernah merasakan bersekolah di negeri kelahirannya –Indonesia. Semua terasa baru untuknya.
Ia cepat-cepat mengusir lamunannya, kembali ke alam sadar. Yang harus ia lakukan sekarang ini adalah menyebrangi jalan untuk tepat masuk ke sekolah barunya. Namun, yang sedari tadi ia lakukan hanyalah menatap lekat-lekat gedung sekolah itu hingga membuat orang yang melintas didepannya agak merasa risih. Mungkin, ia pikir jika ia terus melototi gedung itu, gedungnya akan tiba-tiba runtuh dan ya...ia tidak akan sekolah hari ini.
Kring...kring... bel sekolah tanda masuk berbunyi.
Bel yang memekakkan telinga itu terdengar hingga tempat Bright berdiri. Ia berpikir sejenak, agak melamun dan masih belum beranjak dari tempatnya sama sekali.
Tak butuh waktu lama, ia kembali tersadar dari lamunan keduanya. Dengan segera, ia melambaikan tangannya supaya mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang berhenti agar ia dapat menyeberang jalan dengan leluasa.
Hingga ia selesai menyeberang, pak satpam sekolah sudah menutup pintu gerbang yang sangat besar itu, penuh tanpa cela untuk bisa dilewati sedikit pun.
Sial. Ia terlambat di hari pertamanya sekolah.



pict from : https://www.tumblr.com/tagged/beige-architecture

Share:

0 comments:

Post a Comment

Song