Bright segera mengerjapkan matanya beberapa
kali. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Apakah benar ia
menabrak kepala sekolah? Selang beberapa
detik, ia menghela nafas lega. Ternyata yang ditabraknya memang bukan kepala
sekolah. Tapi...kenapa ia sangat mirip dengan kepala sekolah?
Entah
sedang beruntung atau tidak, orang yang gadis itu tabrak adalah orang yang sedang
dicarinya. Laki-laki itu yang sangat dingin dan aneh. Laki-laki penyelamat
hidupnya saat ini. Ah tidak, itu terlalu berlebihan. Yang hanya perlu Bright
lakukan sekarang ini adalah meminta laki-laki itu mengantarkan ke ruang
kelasnya.
“Ka...kamu
yang tadi kan? Jadi...ruang kelasnya dimana, ya?” ucap Bright terbata-bata. Ini
sangat canggung menurutnya.
“Oke oke
baiklah, aku antar kamu ke kelas.” Jawab laki-laki itu. Nada bicaranya sekarang
berubah drastis. Sebenarnya apa yang terjadi dengan laki-laki ini?
Bright
dan laki-laki yang tidak diketahui namanya itu kemudian mulai berjalan
menyusuri koridor menuju ruang kelas. Laki-laki itu berada di depan memimpin
jalan. Tak ada satu kata pun yang terucap antara mereka berdua, entah itu
menanyakan nama atau apapun, yang terdengar hanyalah bunyi hentakan kaki dari
langkah mereka masing-masing.
Tak lama
kemudian mereka sampai di depan ruangan kelas. Pintunya tertutup rapat tanda
pelajaran sudah dimulai sedari tadi. Tugas laki-laki itu telah selesai sampai
disini. Ia berbalik badan dan mulai melangkah menjauhi ruang kelas, entah
menuju kemana. Bright berdiam diri sebentar, ia sedang berpikir, kenapa
laki-laki itu tidak memasuki kelas dan malah pergi?
“Hey,
kamu, kamu gak masuk kelas?” Bright memberanikan diri untuk angkat bicara dan
bertanya. Rasa penasarannya lebih besar dibanding rasa takutnya.
“Gak
perlu. Kamu masuk aja sana ke kelas. Belajar yang rajin.” laki-laki itu berjalan
berbalik arah menuju Bright, hingga jaraknya cukup dekat, ia mengusak-usak
kepala Bright dan berlalu pergi. Jelas Bright tersentak kaget, tidak tahu apa
yang harus dilakukannya. Ia mematung. Fokus
Bright! Ia sempat berbicara dalam hati untuk menyadarkan dirinya sendiri lantas
membuka pintu ruang kelas.
***

0 comments:
Post a Comment